Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (FK UPNVJ) menyelenggarakan Webinar Nasional “Rethinking Student-Centered Learning, Tutor Facilitation, and the Role of AI in Medical Education” secara daring pada Rabu, 30 September 2026. Kegiatan ini membahas bagaimana pendidikan kedokteran perlu beradaptasi dengan perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), tanpa mengesampingkan kemampuan berpikir kritis, kemandirian belajar, dan keterampilan humanis calon dokter.
Webinar dibuka oleh Dekan FK UPNVJ, Dr. dr. Taufiq Fredrik Pasiak, M.Kes., M.Pd.I., S.H., M.H., CIPA. Dalam sambutannya, Dekan menekankan pentingnya melihat perkembangan AI tidak semata-mata sebagai teknologi yang digunakan dalam proses pembelajaran, tetapi sebagai bagian dari perubahan lingkungan pendidikan yang menuntut adanya penyesuaian terhadap cara mahasiswa belajar dan dosen memfasilitasi pembelajaran.

Webinar menghadirkan tiga pemateri dengan perspektif yang saling melengkapi. dr. Lukas Daniel Leatemia, M.Kes., M.Pd.Ked., M.Sc., Ph.D. membawakan materi bertajuk “Revisiting Student-Centeredness” yang mengangkat kembali konsep pembelajaran berpusat pada mahasiswa. Topik ini menjadi relevan di tengah perubahan pola belajar akibat semakin mudahnya akses mahasiswa terhadap berbagai sumber pengetahuan digital dan teknologi AI.
Selanjutnya, dr. Yoyo Suhoyo, M.Med.Ed., Ph.D. membawakan materi “The New Tutorial: How Should Tutors Facilitate Learning When Students Have AI”. Materi tersebut mengajak peserta melihat kembali peran tutor ketika mahasiswa telah memiliki akses terhadap AI sebagai salah satu sumber informasi. Kehadiran AI mendorong tutor untuk tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi semakin berperan dalam memfasilitasi proses berpikir, diskusi, analisis, dan refleksi mahasiswa.


Pembahasan kemudian dilanjutkan oleh Dr. dr. Feda Anisah Makkiyah, Sp.BS., M.Kes., MHPE, FINPS melalui materi “Learning Medicine with AI: Finding the Balance Between Technology, Critical Thinking, and Human Skills”. Materi ini menyoroti pentingnya menemukan keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dengan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan manusia dalam pendidikan kedokteran.

Perkembangan AI menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi pendidikan kedokteran. Kemudahan memperoleh informasi melalui teknologi perlu diimbangi dengan kemampuan mahasiswa dalam menilai validitas informasi, mengolah pengetahuan, mengambil keputusan secara bertanggung jawab, serta memahami konteks permasalahan yang dihadapi.
Dalam konteks tersebut, pembelajaran student-centered tetap memiliki peran penting. Mahasiswa tidak cukup hanya mampu memperoleh jawaban dengan bantuan teknologi, tetapi perlu dibentuk menjadi pembelajar yang mampu bertanya, menganalisis, mengevaluasi, dan mempertanggungjawabkan proses berpikirnya.
Webinar nasional ini sekaligus mengajak peserta untuk memandang AI secara lebih kritis. Menjadi future doctor di era AI bukan hanya tentang kemampuan menggunakan teknologi, tetapi tentang bagaimana tetap menjadi pembelajar yang kritis, mandiri, dan humanis ketika AI hadir semakin dekat dalam kehidupan akademik maupun profesional.
Melalui kegiatan ini, FK UPNVJ menunjukkan komitmennya untuk terus mengikuti perkembangan pendidikan kedokteran dan mendorong inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Pemanfaatan teknologi diharapkan berjalan beriringan dengan penguatan karakter, kompetensi profesional, kemampuan berpikir kritis, serta nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi bagian penting dalam profesi dokter.

