Spread the love

FK UPNVJ – Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) bekerja sama dengan PT Wasistha Satoe Jiwa sukses menyelenggarakan webinar nasional bertajuk Grand Theory of Hyperbaric Medicine: Teori dan Aplikasi Klinis Terapi Oksigen Hiperbarik pada Sabtu, 11 April 2026 secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menghadirkan pakar nasional di bidang kedokteran hiperbarik dan diikuti sekitar 500 peserta yang terdiri atas tenaga kesehatan, dosen, mahasiswa, serta masyarakat umum. Webinar ini bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai manfaat, indikasi klinis, hingga aspek keselamatan terapi oksigen hiperbarik dalam praktik medis.

Dekan FK UPNVJ, Dr. dr. Taufiq Fredrik Pasiak, M.Kes., M.Pd.I., M.H., CIPA memberikan sambutan sekaligus membuka webinar nasional terapi oksigen hiperbarik.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Kedokteran UPN “Veteran” Jakarta, Dr. dr. Taufiq Fredrik Pasiak, M.Kes., M.Pd.I., M.H., CIPA, yang menekankan pentingnya pengembangan ilmu kedokteran berbasis teknologi dan evidence-based medicine. Ia menyampaikan bahwa terapi oksigen hiperbarik memiliki potensi besar dalam mendukung proses penyembuhan berbagai kondisi medis, termasuk luka kronis dan cedera akibat penyelaman.

Prof. Dr. dr. M. Guritno Suryokusumo, SMHS, DEA menyampaikan grand theory hyperbaric medicine serta dasar ilmiah terapi oksigen hiperbarik dalam praktik kedokteran modern.

Dalam sesi keynote, Prof. Dr. dr. M. Guritno Suryokusumo, SMHS, DEA memaparkan grand theory hyperbaric medicine yang menjelaskan prinsip dasar peningkatan tekanan oksigen dalam tubuh dan dampaknya terhadap proses penyembuhan jaringan. Ia menegaskan bahwa terapi ini tidak hanya relevan untuk kasus penyelaman, tetapi juga untuk berbagai penyakit degeneratif dan kondisi infeksi tertentu.

Dr. dr. Sofia Wardhani, M.K.K memaparkan aplikasi klinis terapi oksigen hiperbarik, termasuk indikasi dan pemanfaatannya dalam pelayanan kesehatan.

Materi dilanjutkan oleh para narasumber yang membahas aplikasi klinis secara lebih spesifik. Dr. dr. Sofia Wardhani, M.K.K menguraikan penggunaan terapi oksigen hiperbarik dalam praktik klinis sehari-hari, termasuk indikasi dan kontraindikasi. Sementara itu, dr. Budi Oetomo Wiyono, Dipl. BE, Sp.N, Sp.KL, Subsp. PH(K), Ph.D menyoroti penanganan diving injury yang membutuhkan intervensi cepat dan tepat menggunakan terapi hiperbarik.

Dr. dr. Ni Komang Sri Dewi Untari, M.Kes., Sp.N mengulas peran terapi oksigen hiperbarik dalam rehabilitasi serta perlindungan sistem saraf.

Selanjutnya, Dr. dr. Ni Komang Sri Dewi Untari, M.Kes., Sp.N membahas peran terapi oksigen hiperbarik dalam rehabilitasi serta perlindungan jaringan saraf. Ia menjelaskan bahwa terapi ini mampu meningkatkan oksigenasi jaringan sehingga mempercepat pemulihan fungsi neurologis pada pasien tertentu.

Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta yang aktif mengajukan pertanyaan terkait implementasi terapi di fasilitas layanan kesehatan. Selain memperluas wawasan, kegiatan ini juga memberikan Satuan Kredit Profesi (SKP) Kementerian Kesehatan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kompetensi tenaga kesehatan.

Sebagai penutup, panitia menyampaikan bahwa kolaborasi antara institusi pendidikan dan mitra industri seperti ini diharapkan terus berlanjut untuk memperkuat ekosistem pendidikan kedokteran yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. “Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan literasi dan kompetensi tenaga kesehatan Indonesia dalam pemanfaatan terapi oksigen hiperbarik secara aman dan efektif,” ujar perwakilan penyelenggara.

× Ada yang bisa dibantu?