FK UPNVJ – Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) melalui Medical Education Unit Program Studi Kedokteran Program Sarjana melaksanakan kegiatan Penyusunan Blue Print Assessment tahun 2026 pada Rabu, 13 Mei 2026. di Ra. Suites Hotel Simatupang. Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, Kepala Bagian I, Ketua Program Studi Kedokteran Program Sarjana (PSKPS), Sekretaris PSKPS, serta para koordinator blok dan program. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan program studi dalam pelaksanaan akreditasi serta implementasi sistem evaluasi pembelajaran yang terstandar dan berbasis kompetensi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan mutu pendidikan di lingkungan UPN Veteran Jakarta, khususnya dalam memastikan seluruh proses asesmen pembelajaran selaras dengan capaian pembelajaran lulusan (CPL) dan prinsip constructive alignment. Penyusunan blue print ini juga menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas evaluasi akademik yang objektif, terukur, dan berkesinambungan.


Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yaitu dr. Zwasta Pribadi Mahardika, M.Med.Ed., Sp.KKLP dan Dr. Arief Wahyudi Jadmiko, M.Kep., M.Pd.Ked, yang memberikan penguatan terkait konsep penyusunan blueprint assessment berbasis kompetensi dan standar pendidikan kedokteran.
Dalam pemaparannya, narasumber menekankan pentingnya kesesuaian antara materi pembelajaran, metode asesmen, dan capaian kompetensi mahasiswa. Selain itu, aspek validitas, reliabilitas, serta proporsi tingkat kesulitan soal menjadi perhatian utama dalam penyusunan blueprint yang berkualitas.
Kegiatan ini menghasilkan sejumlah capaian penting, di antaranya peningkatan pemahaman dosen dan tim program studi mengenai penyusunan blueprint assessment yang sesuai standar kompetensi, CPL, dan prinsip constructive alignment. Selain itu, kegiatan ini juga menghasilkan dasar penyempurnaan blueprint asesmen yang lebih sistematis, terukur, serta selaras dengan kebutuhan evaluasi mahasiswa.
Lebih lanjut, kegiatan ini juga mengidentifikasi kebutuhan perbaikan dalam instrumen asesmen, termasuk validitas konten, keterwakilan materi pembelajaran, serta kesesuaian bentuk penilaian dengan tujuan pembelajaran. Proses ini turut memperkuat pemahaman mengenai pentingnya validitas, reliabilitas, dan objektivitas dalam penilaian akademik.

