Spread the love

FK UPNVJ – Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ), Dr. dr. Taufiq Fredrik Pasiak, M.Kes., M.Pd.I., S.H., M.H., CIPA, memaparkan pemikiran mengenai ilmu otak, perilaku, dan aktivisme sosial kemasyarakatan dalam rangkaian Indonesian Brain Forum 2026, Selasa (4/8/2026), di Ruang Baca Fakultas Kedokteran UPNVJ, Gedung Cipto Mangunkusumo.

Mengusung tema “Brain and the Future of Indonesia: Bagaimana Neurosains Membentuk Pendidikan, Kepemimpinan, Inovasi, dan Peradaban Indonesia”, forum tersebut menjadi ruang pertemuan akademisi, praktisi, peneliti, tenaga kesehatan, mahasiswa, dan masyarakat untuk memperluas wawasan mengenai neurosains serta penerapannya dalam kehidupan manusia.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Taufiq menjelaskan gagasan yang terdapat dalam bukunya melalui sejumlah hukum yang menggambarkan karakteristik dan cara kerja otak manusia. Pembahasan tersebut mengajak peserta memahami bahwa otak tidak hanya berkaitan dengan fungsi biologis, tetapi juga memiliki hubungan erat dengan perilaku, pengambilan keputusan, hubungan sosial, motivasi, serta pembentukan makna dalam kehidupan.

Dr. Taufiq memaparkan beberapa bagian utama dalam bukunya, yaitu Law of Energetic Brain, Law of Predictive Brain, Law of Threat Brain, Law of Relational Brain, Law of Motivational Brain, dan Law of Meaning Making Brain. Setiap hukum memberikan perspektif mengenai bagaimana otak bekerja dalam merespons lingkungan, memprediksi berbagai kemungkinan, menghadapi ancaman, membangun relasi, mengarahkan motivasi, serta memberikan makna terhadap pengalaman manusia.

Dr. dr. Taufiq Fredrik Pasiak, M.Kes., M.Pd.I., S.H., M.H., CIPA memaparkan konsep ilmu otak dan perilaku dalam Indonesian Brain Forum 2026 di FK UPNVJ

Konsep Law of Energetic Brain menempatkan energi sebagai salah satu aspek penting dalam keberlangsungan fungsi otak. Sementara itu, Law of Predictive Brain menggambarkan kemampuan otak dalam membuat prediksi berdasarkan pengalaman dan informasi yang diterima. Adapun Law of Threat Brain berkaitan dengan respons otak terhadap ancaman dan upaya manusia dalam mempertahankan keselamatan.

Selanjutnya, Law of Relational Brain menekankan pentingnya hubungan dan interaksi sosial dalam kehidupan manusia. Law of Motivational Brain menggambarkan peran motivasi dalam mengarahkan perilaku dan tindakan, sedangkan Law of Meaning Making Brain membahas bagaimana manusia membangun makna dari pengalaman yang dijalani.

Menurut Dr. Taufiq, pemahaman mengenai hukum-hukum tersebut dapat menjadi bekal bagi seseorang untuk mengenali cara kerja otaknya sekaligus mengoptimalkan potensi yang dimiliki. Pengetahuan tentang otak juga dapat membantu manusia dalam mengambil keputusan, membangun hubungan yang bermakna, serta menjalani kehidupan secara lebih utuh.

Memahami tujuh hukum ini akan membantu Anda mengoptimalkan potensi otak, mengambil keputusan lebih baik, membangun hubungan yang bermakna dan menjalani kehidupan yang utuh. Pengetahuan tentang otak adalah kunci untuk mengubah hidup dan dunia

Pesan tersebut menjadi salah satu gagasan penting yang disampaikan dalam forum. Pemahaman terhadap neurosains tidak berhenti pada aspek akademik, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, pendidikan, kepemimpinan, hubungan sosial, hingga upaya membangun masyarakat yang lebih baik.

Melalui Indonesian Brain Forum 2026, FK UPNVJ menunjukkan komitmennya dalam memperluas literasi neurosains kepada masyarakat sekaligus membuka ruang dialog antara ilmu kedokteran, pendidikan, kepemimpinan, dan kehidupan sosial. Pemikiran mengenai otak dan perilaku diharapkan dapat menjadi landasan bagi sivitas akademika dan masyarakat untuk terus mengembangkan potensi diri serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan bangsa.

× Ada yang bisa dibantu?