Spread the love

FK UPNVJ – Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) sukses menyelenggarakan Webinar Nasional Taksonomi Tumbuhan: Jembatan antara Keanekaragaman Hayati dan Bahan Alam pada Sabtu, 18 April 2026 secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini dipandu oleh Wilfadri Putra Jonesti, S.Si., M.Si sebagai pembawa acara, serta menghadirkan narasumber dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Tadulako, dan FK UPNVJ. Webinar diikuti oleh mahasiswa, akademisi, dan peneliti dari berbagai daerah di Indonesia, dengan tujuan menjawab bagaimana peran taksonomi tumbuhan dalam mendukung pemanfaatan keanekaragaman hayati secara ilmiah dan berkelanjutan di bidang kesehatan.

Dalam sambutannya, Dekan FK UPNVJ, Dr. dr. Taufiq Fredrik Pasiak, M.Kes., M.Pd.I., M.H., CIPA, menegaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang sangat besar dan perlu dimanfaatkan secara optimal melalui pendekatan ilmiah. Ia menyampaikan bahwa taksonomi tumbuhan memiliki peran strategis sebagai fondasi dalam penelitian bahan alam, khususnya untuk mendukung pengembangan ilmu kedokteran berbasis bukti. “Melalui kegiatan ini, kami mendorong sinergi antara akademisi dan peneliti untuk mengembangkan potensi biodiversitas menjadi inovasi yang bermanfaat bagi kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Melisnawati H. Angio, M.Si dari BRIN memaparkan pentingnya taksonomi tumbuhan dalam menjamin akurasi identifikasi spesies pada pengembangan bahan alam.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan mengenai pentingnya taksonomi tumbuhan sebagai dasar identifikasi spesies yang akurat dalam pengembangan bahan alam. Narasumber dari BRIN, Melisnawati H. Angio, M.Si, menegaskan bahwa validitas identifikasi tumbuhan menjadi kunci dalam menjamin keamanan dan efektivitas bahan alam yang digunakan dalam riset maupun praktik klinis. “Kesalahan identifikasi dapat berdampak pada kualitas hasil penelitian dan keamanan penggunaan bahan alami,” ujarnya.

Dr. Eny Yuniati, S.Si., M.Si menjelaskan potensi keanekaragaman hayati Indonesia sebagai sumber bahan baku obat dan produk kesehatan.

Selanjutnya, Dr. Eny Yuniati, S.Si., M.Si dari Universitas Tadulako memaparkan potensi keanekaragaman hayati Indonesia yang sangat besar sebagai sumber bahan baku obat dan produk kesehatan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam menggali potensi tersebut, mulai dari bidang biologi, farmasi, hingga kedokteran. Menurutnya, pendekatan ilmiah yang terintegrasi dapat meningkatkan nilai tambah biodiversitas Indonesia di tingkat global.

dr. Erna Harfiani, M.Si., Sp.KKLP memaparkan implementasi pemanfaatan bahan alam dalam upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan masyarakat.

Sementara itu, dr. Erna Harfiani, M.Si., Sp.KKLP dari FK UPNVJ menjelaskan implementasi pemanfaatan bahan alam dalam bidang kesehatan masyarakat. Ia menyoroti bahwa pengembangan bahan alam berbasis bukti ilmiah tidak hanya mendukung inovasi medis, tetapi juga berkontribusi pada upaya promotif dan preventif dalam pelayanan kesehatan.

Webinar ini berlangsung interaktif dengan sesi diskusi yang melibatkan peserta dari berbagai latar belakang. Pertanyaan yang muncul berfokus pada tantangan riset, standarisasi bahan alam, hingga peluang pengembangan produk berbasis biodiversitas lokal. Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme peserta terhadap isu keanekaragaman hayati dan pemanfaatannya.

Sebagai penutup, panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah pertukaran pengetahuan sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi antara akademisi dan peneliti di Indonesia. FK UPNVJ berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan ilmiah yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat. “Melalui kegiatan ini, kami berharap lahir inovasi berbasis keanekaragaman hayati yang dapat memberikan manfaat nyata bagi kesehatan masyarakat,” ujar perwakilan penyelenggara.

× Ada yang bisa dibantu?