FK UPNVJ – Briefing Preseptor PKPA “SEPAKAT: SElaras PAndangan, Kuatkan Arah dan Tujuan – Kolaborasi Pembimbing dan Preseptor untuk Capaian Kompetensi yang Optimal.”
Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Program Profesi (PSPPAPP) Fakultas Kedokteran UPN “Veteran” Jakarta menyelenggarakan kegiatan Briefing Preseptor PKPA dengan tema:
“SEPAKAT: SElaras PAndangan, Kuatkan Arah dan Tujuan – Kolaborasi Pembimbing dan Preseptor untuk Capaian Kompetensi yang Optimal.”
Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026.
Briefing ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta mendiskusikan mekanisme pembimbingan mahasiswa selama pelaksanaan PKPA agar capaian kompetensi dapat tercapai secara optimal

Kegiatan dilaksanakan secara offline pada tanggal 6 Maret 2026 di RSPAD dengan preseptor Ibu apt. Dra. Renni Septini,MARS. serta daring melalui Zoom Meeting pada Hari Kamis, tanggal 12 Maret 2026 dan dihadiri oleh Preseptor dari berbagai institusi yang meliputi Ibu apt. EtikYuliana (Puskesmas Cinere), Bapak apt. Luth (Kimia Farma Apotek Juanda dan Ibu apt. Ramadeni (Kimia Farma Apotek Sukahati).
Acara dibuka secara resmi oleh Ibu apt. Annisa Farida Muti, M.Sc selaku Koordinator Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Program Profesi (PSPPAPP) FK UPN Jakarta.
Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya sinergi antara pembimbing akademik dan preseptor dalam menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta mengarahkan proses pembimbingan PKPA agar capaian kompetensi mahasiswa dapat tercapai secara optimal.

Kegiatan Briefing Preseptor PKPA-SEPAKAT ini membahas pelaksanaan pembelajaran mahasiswa di berbagai wahana PKPA, dengan penekanan pada capaian kompetensi yang terarah, khususnya dalam pelayanan informasi obat, penyuluhan kesehatan, serta keterlibatan dalam kegiatan promotif seperti GERMAS. Di wahana apotek, pembelajaran difokuskan pada penguatan aspek klinis dan manajerial kefarmasian, termasuk telaah resep, perencanaan, serta sistem pelaporan seperti SIMONA dan SIPNAP serta berbagai kegiatan lainnya sesuai dengan Capaian Kompetensi yang ada pada Panduan PKPA.
Diskusi interaktif dalam kegiatan ini berlangsung dinamis, mencerminkan komitmen para preseptor dalam memberikan pembimbingan yang optimal meskipun terdapat tantangan dalam keterbatasan waktu di lapangan. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam menyelaraskan pembelajaran antara institusi pendidikan dan wahana praktik guna mencetak apoteker yang kompeten, profesional, dan adaptif terhadap kebutuhan pelayanan kefarmasian.

