FK UPNVJ – Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggarakan Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Program Profesi (PSPPAPP) dan Program Studi Farmasi Program Sarjana (PSFPS) Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) pada Senin, 9 Februari 2026. Kegiatan berlangsung di Posyandu Seruni, Jalan H. Terin III RT 005 RW 003, Kelurahan Pangkalan Jati Baru, Kecamatan Cinere, Kota Depok, Jawa Barat, mulai pukul 09.00 WIB, dengan melibatkan dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa PSPPAPP angkatan 2025.
Kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui edukasi langsung, tim akademisi memberikan pemahaman komprehensif tentang pencegahan scabies, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta pemanfaatan jamu sebagai terapi pendukung pada kasus infeksi kulit tersebut.

Ketua tim kegiatan, Primayanti Nurul Ilmi, B.Sc. Pharm., M.Sc, menjelaskan bahwa scabies masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang erat kaitannya dengan kebersihan lingkungan dan kepadatan hunian. “Melalui edukasi ini, kami ingin masyarakat memahami cara penularan, gejala, serta langkah pencegahan scabies yang tepat dan berbasis ilmiah,” ujarnya.
Narasumber lainnya, apt. Ariska Deffy Anggarani, S.Farm., M.Farm, menambahkan bahwa penerapan PHBS menjadi kunci utama dalam menekan risiko penyakit kulit menular. Ia menekankan pentingnya kebiasaan mencuci tangan, menjaga kebersihan pakaian dan tempat tidur, serta menghindari penggunaan barang pribadi secara bersama-sama.
Selain itu, tim juga memperkenalkan pemanfaatan jamu sebagai terapi pendukung pada kasus scabies. Edukasi ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan terapi medis, melainkan sebagai pelengkap yang digunakan secara bijak dan berdasarkan pertimbangan tenaga kesehatan. Pendekatan ini sekaligus memperkuat literasi masyarakat tentang penggunaan bahan alami yang aman dan bertanggung jawab.
Kegiatan turut dihadiri pimpinan program studi, apt. Annisa Farida Muti, S.Farm., M.Sc, yang menyampaikan bahwa pengabdian masyarakat menjadi wahana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa. “Mahasiswa tidak hanya memahami teori di kelas, tetapi juga melihat langsung persoalan kesehatan di masyarakat dan berkontribusi memberikan solusi,” katanya.
Secara umum, hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman warga mengenai penyebab dan pencegahan scabies, pentingnya penerapan PHBS, serta pemanfaatan jamu secara tepat sebagai terapi pendukung. Interaksi dialogis antara tim dosen, mahasiswa, dan warga memperkuat transfer pengetahuan yang aplikatif.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Kedokteran UPN “Veteran” Jakarta menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui edukasi berbasis keilmuan farmasi dan kefarmasian. Kolaborasi antara akademisi dan masyarakat di tingkat posyandu diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berdaya.

