• Pilih Bahasa :
  • indonesian
  • english

Skill Lab
labs skills

  • Terakhir diperbaharui : Selasa, 16 Juni 2015

Skills Lab FK UPNV Jakarta

Skills Lab FK UPNV Jakarta seiring beralihnya dari kurikulum konvensional beralih dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi,  FK UPNV Jakarta sejak tahun 2006 telah mengoprasikan labs skills bagi mahasiswa perkuliahan program KBK.

FK UPNV Jakarta memiliki dua buah skills lab yang pertama difungsikan untuk khusus pelaksanaan OSCE Nasional dan lab skills yang kedua untuk kegitan ketrampilan mahasiswa sehari-hari. Dengan dimiliki dua labs kills ini FK UPNV Jakarta sangat optimal dalam kegiatan kegitan ketrampilan mahasiswa.

pengecekan_manekin-2.JPG

IMG_2988.JPG

IMG_2974.JPG

IMG_1895.JPG

Skill laboratory atau laboratorium keterampilan medik bertujuan untuk membekali mahasiswa kedokteran dengan kompetensi klinik. Skills Lab menitik beratkan kepada siswa kedokteran berupa metode belajar keterampilan medis yang sistematis, mulai dari yang sederhana ke arah yang lebih kompleks dan makin terintegrasi. Keterampilan klinik terdiri dari tiga pokok keterampilan, yaitu:

1. Keterampilan komunikasi (sambung rasa)

 2. Keterampilan pemeriksaan fisik dan

 3. Keterampilan prosedural.

1.  Keterampilan komunikasi meliputi kemampuan membina sambung rasa dengan pasien, bagaimana membuka sesi maupun menutup sesi, bagaimana memberikan empati, proses negosiasi dengan pasien, termasuk pendidikan dan konseling. Pada dasarnya, tugas seorang dokter bagimanapun banyak jenisnya, akhirnya tetap bermuara pada pentingnya proses komunikasi dokter-pasien.

2. Ketrampilan pemeriksaan fisik adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh seorang tenaga medis, melalui pemeriksaan yang dilakukan dengan cara melihat, mendengar, meraba, baik dengan alat maupun tanpa menggunakan alat.

Dalam istilah kedokteran disebutkan Antara lain :

Inspeksi

Inspeksi adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan cara melihat bagian tubuh yang diperiksa melalui pengamatan. Cahaya yang adekuat diperlukan agar perawat dapat membedakan warna, bentuk dan kebersihan tubuh klien. Fokus inspeksi pada setiap bagian tubuh meliputi : ukuran tubuh, warna, bentuk, posisi, simetris. Dan perlu dibandingkan hasil normal dan abnormal bagian tubuh satu dengan bagian tubuh lainnya. Contoh : mata kuning (ikterus), terdapat struma di leher, kulit kebiruan (sianosis), dan lain-lain.

Palpasi

Palpasi adalah suatu teknik yang menggunakan indera peraba. Tangan dan jari-jari adalah instrumen yang sensitif digunakan untuk mengumpulkan data, misalnya tentang : temperatur, turgor, bentuk, kelembaban, vibrasi, ukuran.

Perkusi

Perkusi adalah pemeriksaan dengan jalan mengetuk bagian permukaan tubuh tertentu untuk membandingkan dengan bagian tubuh lainnya (kiri kanan) dengan tujuan menghasilkan suara.

Perkusi bertujuan untuk mengidentifikasi lokasi, ukuran, bentuk dan konsistensi jaringan. Pemeriksarawat menggunakan kedua tangannya sebagai alat untuk menghasilkan suara.

3. Penguasaan pengetahuan prosedural  meliputi pengetahuan tentang keterampilan khusus, tahapan sistematis mengenai sistem program (meliputi; input, proses, dan output). Prosedur berarti tahap demi tahap suatu proses untuk mencapai hasil yang diharapkan. Penguasaan pengetahuan prosedural berarti penguasaan proses, misalnya, siswa dapat melaksanakan penelitian melalui proses yang bertahap, yaitu (1) merumuskan pertanyaan (2) merumuskan latar belakang pemikiran (3) merumuskan hipotesis (4) menguji kebenaran hipotesis melalui pemeriksaan laboratorium (5) analisis hasil atau  menyimpulkan bahwa hipotesis benar atau salah (6) merumuskan hasil pemeriksaan.

Newsletter

Daftar sekarang untuk menerima berita terkini, lowongan kerja, dan informasi lainnya.

Follow Us On

f